Sabtu, 26 Agustus 2017

1/2 GELAS KOPI COKLAT

Siapakah yang sudah menjadi batu kristal di hatimu?
Aku ingin merasakannya, aku ingin bertanya padanya,
apa yang dia lakukan dulu sehingga pria sekeras kamu remuk ditangannya.

Bukan, 
aku bukan ingin membuatmu remuk pula.
Aku cuma ingin memarahinya, karena sekarang aku yang harus repot
untuk mengumpulkan kepingan2 keremukan yang dia sudah sebabkan.

Aku sudah mulai merasakan ada cinta di dekatmu, 
Dan sudah mulai terbuai dengan setiap kenangan yang setiap akhir pekan selalu kita lalui bersama.
Aku jatuh cinta dengan tangan lembutmu setiap mengelus lembut rambutku.
Aku terpukau dengan hangat yang kau bagikan lewat pelukanmu.

Aku bahagia saat aku memelukmu dari belakang, diatas sepeda motor, sambil aku memegang2 perut buncitmu. 
Aku sangat lega kala setiap kali aku ngambek diatas motor, tanganmu kau tepuk2kan dengan halus diatas lututku. Aku sangat nyaman.
Aku bahagia pada saat kita berdua maskeran bersama, meskipun aku naro masker ke wajahmu sampe belepotan, karna aku juga sejujurnya tak pernah naroin masker ke wajah orang lain bahkan sahabat dekatku sendiri.
Aku sangat bahagia karena pada akhirnya aku jatuh cinta lagi, setelah hari-hariku selama 7 tahun berlalu dengan kehambaran hati, dan kekecewaan yang berulang2 datang dan pergi.

Aku tau, aku tak sempurna, bahkan rasa cinta yang kurasakan ke kamu juga pun tak sempurna.
Selalu saja ada kecurigaan yang muncul begitu saja tanpa bisa kukendalikan dan yang ujung-ujungnya selalu membuatmu tak nyaman.

Sekarang sudah menjelang pukul 00.27 pagi, kamu tak kunjung membalas pesanku yang sudah kukirim dari jam 10.16. Sementara kulihat kamu sedang online di whatsapp berulangkali.
Kamu lagi chat sama siapa sampai larut malam begini?
Aku posesifnya. Aku tak mau menanyakan ini kepadamu tak mau kau merasaku genggam telalu erat.

Aku kembali teringat saat 2 tahun yang lalu, di bulan agustus juga.
Aku sedang jatuh cintanya padamu. Tapi tiba2 kamu bilang ada masalah di dalam pekerjaanmu.
Dan beberapa hari setelah itu kamu tak pernah mengirimi aku pesan. Aku sibuk memikirkan dan mencari jalan keluar untuk membantumu keluar dari masalahmu.
Tapi tiba2 aku melihat bahwa kamu sedang dekat dengan wanita lain yang kau sudah kenal jauh lebih dulu daripada aku. Hatiku hancur, sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk melepaskanmu.
Butuh waktu berbulan-bulan, sampai pada akhirnya aku bisa merelakanmu dan keluar dari kesedihan itu.

Tahun ini mimpi membawamu kembali kepadaku, kamu datang disaat aku dikecewakan oleh orang baru yang kucoba untuk masukkan ke dalam hati dan masa depanku.
Kamu datang dan entah kenapa seperti menjadi obat bagiku.
Kamu yang begitu mudah untuk dicintai, akupun terjatuh lagi padamu.

Sekarang kau sudah tidak bersama wanita yang waktu itu.
Takdir seakan mendekatkan dan membawaku berjalan ke arahmu.
Aku mencoba membuka hatiku kembali padamu dan memaafkan semua luka yg dulu kau berikan padaku.
Hanya terkadang aku bertanya-tanya di dalam hati kecilku, hatiku yang paling terdalam,
Apakah sekarang cintamu sudah untukku?
Apakah di bulan agustus ini kau akan meninggalkan luka lagi dihatiku seperti beberapa tahun silam?

Aku merasakan cinta darimu, tapi entah mengapa rasanya tak sepenuhnya.
Seperti setengah gelas kopi coklat, tak melegakan dahagaku tapi cukup untuk melepaskan rinduku dengan aromanya.
Entahlah, biarlah waktu yang akan menjawabnya.
Yang kutau, malam ini aku masih mencintaimu.